Minggu, 19 Desember 2010

bisnis online saat ini

Bisnis Online Saat Ini”

Nama  : Riza Fajar Anggraeni
NPM  :26210089
Kelas  :1eb12


Bisnis dunia maya adalah sumber penghasilan yang potensial. Lowongan pekerjaan dan job yang selalu membatasi umur makin menyulitkan orang untuk mendapatkan penghasilan. Mencari uang dengan internet menjadi solusi yang paling tepat. Berapa jam rata-rata waktu yang anda gunakan untuk berinternet setiap hari?. Biaya yang harus keluarkan pun tidaklah sedikit dalam sebulan?. Selama menggunakan internet, sangat baik bila mendapatkan penghasilan. Banyaknya website jejaring sosial saat ini, menyebabkan volume penggunaan internet semakin tinggi. Hampir semua orang tahu akan Facebook, MySpace, Tagged, Tweeter, H5 dan lainnya. Begitu besar jumlah pengguna internet di Indonesia. Ini adalah peluang yang sangat potensial untuk mendapatkan penghasilan di internet. Dalam website ini, saya akan coba kupas tentang bisnis-bisnis di internet yang bisa kita ambil. Tidak perlu keahlian berbisnis atau pengetahuan yang canggih untuk berhasil. Ketekunan dan kerajinan belajarlah yang menjadi kunci utama. Sistem tutorial memberi kesempatan pada anda untuk selalu mendapat pendampingan dan bimbingan pada saat menjalankan bisnis di internet. Oleh karenanya tidak perlu takut atau ragu dalam menjalankan bisnis di internet. Disamping tidak memerlukan modal yang besar (bahkan sebagian besar gratis), bisa dijalankan dimanapun dan kapanpun anda berada, sambil chating ataupun membuka pesan-pesan teman-teman di jejaring sosial yang diikuti, disitulah market potensial.   Untuk mendukung bisnis di internet sebaiknya membuat blok atau website yang bisa diperoleh dari provider/host secara gratis.perkembangan bisnisApakah anda mengamati perkembangan bisnis online di Indonesia?
Kebetulan saya mengamatinya, dan tampaknya, bisnis online di Indonesia kian berkembang pesat sekali.
Beberapa bulan terakhir… saya banyak melihat ada banyak blog baru yang online di Indonesia.
Kemudian berbagai website menjual produk mereka sendiri. Beberapa orang bahkan sudah mempunyai beberapa website yang menjual produk mereka sendiri dengan sangat profesional.
Lalu ada banyak sekali website-website yang baru muncul yang jumlahnya sudah tidak terhitung.
Jika dulu website-website yang ada dibuat dengan seadanya saja, sekarang website-website tertentu sudah dibuat sangat profesional. Desainnya tidak kalah dengan website luar yang memang sudah lebih lama marak bisnis onlinenya.
Produk yang dijual pun lebih bervariasi. System penjualannya pun semakin komplit.
Penghasilan yang diterima pun sudah menunjukkan perolehan yang sangat menggembirakan jika bukan sangat spektakuler.

Internet adalah media yang sangat berguna bagi siapa pun yang memiliki semangat, komitmen, dan kerja keras untuk menghasilkan banyak uang. Namun, saya merasa perlu untuk mengikis
beberapa mitos umum tentang bisnis internet yang melekat dikepala banyak orang.
  • Mitos #1 Menghasilkan Uang Secara Online Hanyalah Sesuatu Yang Dibesar-besarkan

Dewasa ini memang banyak bisnis dotcom yang merupakan omong kosong belaka, tetapi orang-orang tidak menyadari bahwa banyak bisnis berbasis internet yang menyediakan barang atau jasa yang bagus dan memiliki model bisnis yang kuat sehingga mampu menghasilkan laba ribuan hingga jutaan Dolar. Beberapa diantaranya seperti e-Bay (menghasilkan laba sebesar $778 juta), Google (mengahasilkan laba sebesar $100 juta), dan Amazon (menghasilkan laba sebesar $558 juta), dijalankan oleh ratusan pegawai, sementara bisnis lainnya dijalankan secara perseorangan dari rumah mereka.
  • Mitos #2 Menjalankan Bisnis Internet Itu Mudah

Satu alasan mengapa orang gagal membangun bisnis internet yang menguntungkan ialah mereka berpikir bahwa hal ini teramat mudah. Mereka yakin bahwa apa yang harus Anda lakukan hanyalah membangun situs web, menempelkan gambar-gambar produk di dalamnya, dan menunggu jutaan orang datang untuk membeli.
Menurut saya, membangun bisnis internet yang menguntungkan membutuhkan waktu, komitmen, dan kerja keras. Anda harus memiliki rencana bisnis yang bagus, menyediakan barang/jasa bernilai tinggi yang memuaskan kebutuhan nyata, buat situs yang kompetitif dan teus-menerus menarik kedatangan konsumen dengan membuat program pemasaran.
Akan tetapi, berita baiknya ialah memulai dan menjalankan sebuah bisnis internet relatif lebih mudah dan murah jika dibandingkan dengan bisnis konvensional.
  • Mitos #3 Anda Dapat Menghasilkan Banyak Uang Dengan Cepat

Ini adalah kekeliruan lain yang menyebabkan orang-orang gagal dalam bisnis online mereka. Ketika orang-orang berpikir akan meraup uang ribuan dolar hanya dalam waktu beberapa bulan dengan sedikit upaya, tak terelakkan mereka akan selalu merasakan kekecewaan yang mendalam, menjadi tidak sabar, dan akhirnya menyerah.
Sebenarnya akan dibutuhkan cukup banyak waktu untuk merapikan situs Anda, menarik pangsa pasar, membangun hubungan dengan konsumen, dan membuat mereka bersedia membeli. Maka bersabarlah sambil terus belajar!
  • Mitos #4 Memulai Bisnis Internet Itu Gratis

Untuk membangun bisnis yang baik, selalu diperlukan investasi dana. Para wiraswasta internet yang sukses bersedia berinvestasi sejumlah uang untuk membangun bisnis online mereka.
Akan tetapi, investasi ini masih jauh lebih murah dibandingkan menjalankan bisnis konvensional, yang membutuhkan puluhan atau ratusan juta rupiah.
  • Mitos #5 Internet Telah Jenuh Dengan Situs-Situs Web. Tidak Adal Lagi Ruang Untuk Menghasilkan Uang
Banyak orang percaya bahwa terlalu banyak situs-situs web yang menjual begitu banyak hal sehingga tidak akan ada lagi peluang untuk menghasilkan uang secara online. Faktanya, memang benar bahwa ada jutaan situs web yang menjual segala sesuatu di bumi ini, tetapi lebih banyak lai bisnis konvensional daripada yang dapat Anda bayangkan.
Meskipun ada jutaan web disekitar kita, sebagian besar pemiliknya menjajakan produk-produk inferior dan tidak tahu hal  penting tentang pemasaran. Oleh karena itu, sebagian besar dari mereka menjalankan bisnis online merekan dengan buruk. Apabila Anda memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup, Anda tidak akan kesulitan dalam menangkap pangsa pasar dan memperoleh arus keuntungan.
Secara pribadi kendala utama dalam memulai usaha bisnis online adalah:
  1. Koneksi Internet
    Ehm, mungkin bagi anda yang tinggal di daerah kawasan perkotaan atau kota-kota besar koneksi internet bukan lah menjadi suatu kendala yang berarti, namun sebaliknya bagi mereka yang tinggal di desa seperti saya dimana jaringan Internet masih jauh di bawah standart. Coba bayangkan hari gini masih manggunakan jaringan non nirkabel seperti GPRS atau bahkan Edge. Cape dech. :)
  2. Penguasaan Bahasa Asing
    Nah ini merupakan kendala terbanyak dan paling umum dimiliki oleh para pemulabisnis online yaitu faktor penguasaan bahasa asing atau inggris. Sama halnya seperti saya, walaupun ada saja solusi untuk mengatasi masalah tersebut seperti bisnis paid review dengan memakai jasa penerjemah namun tetap saja tidak akan maksimal usaha yang dilakukan karena sifat ketergantungan secara terus-menerus tidak akan bisa menjamin totalitas hasil usaha akan terwujud secara maksimal.
  3. Kemampuan dan Tekad
    Tekad saja alias modal nekat serta kemauan hasrat tinggi tidaklah cukup untuk sukses dalam bisnis internet tanpa memiliki kemampuan atau salah satu keahlian dasar dari seluruh cakupan yang dibutuhkan sebagai penunjang dalam hal ini adalah hal-hal yang merupakan bagian dari faktor yang harus setidaknya sedikit terpenuhi sebagai kelengkapan atau materi modal skill di bisnis online.
Sebagai pemula mungkin solusi terbaik sebelum terjun di dunia bisnis online ada baiknya anda melakukan pendekatan secara personal pada orang-orang/ blogger/ marketer sukses dengan cara mungkin bersilatuhrahmi langsung kerumahnya atau kopdar bareng kemudian berkonsultasi ya itupun jika yang bersangkutan mau dan andapun mempunyai tekad bulat untuk benar-benar ingin terjun di bisnis internet.

Jenis/ Type Produk Bisnis Online (Toko Online)

Jika anda berminat membuat Toko Online, pastinya anda sudah menentukan produk apa saja yang telah dipersiapkan dan ada sebagian orang berpikir bahkan ada juga yang bingung menentukan jenis/ type produk untuk toko onlinenya.

Berikut ini contoh jenis produk online yang lagi populer di pasaran :

1.Produk Kesehatan dan Berat Badan
Setiap orang pasti ingin menurutkan berat badan bagi yang berat badannya berlebihan (hehe) dan juga menginginkan kesehatan pastinya.
Jika anda serius dan fokus ingin berniat membantu orang untuk menurunkan berat badan atau hanya untuk meningkatkan kesehatan. Ini merupakan salah satu ide yang dapat dipertimbangkan.

2.Produk Kecantikan
Kalau bicara soal kecantikan pastinya berhubungan dengan wanita, ada juga cowok. Tapi menurut pemantauan bahwa kaum wanita saat ini merupakan kelompok konsumen yang jauh lebih besar. Contoh produk yang dapat dijual misalkan Produk kecantikan untuk wajah supaya tidak cepat tua, dll

3.Produk Olah Raga
Nach yang ini menurut saya cocok bagi anda yang atlit atau mantan atlit yang terkenal atau artis yang dapat menjual produk mereka dengan mencantumkan merk atas nama mereka.

4.Mode/ Fashion
Tentu saja Fashion merupakan penjualan laris saat ini, tak peduli anda berada dimana saat ini. Jika anda dapat menampilkan mode berkualitas tinggi di website/ blog, anda tidak hanya menarik satu sektor konsumen bahkan lebih. Contoh : melihat ke majalah selebritis dan gosip untuk menunjukan apa yang sedang hangat diberitakan, kemudian mencari vendor yang sama atau menjual item serupa anda dapat kembali ke mereka untuk menjual keuntungan.

5.Produk murah kwalitas bagus.
Apapun yang anda pilih untuk menjual produk di situs web anda, pastikan produk anda lebih murah dari produk yang tersedia di situs lain atau bahkan di toko2 offline. Caranya, anda dapat mencari tahu produk yang berkualitas tinggi namun dengan harga lebih murah. Hal ini merupakan salah satu tips untuk menarik pelanggan.


Multi Level Marketing

Pengertian Seputar Multi Level Marketing

Pepatah mengatakan, Tak Kenal Maka Tak Sayangnya. Hal itulah yang mungkin cocok untuk menjelaskan mengapa orang berpandangan miring soal bisnis
Multi-Level Marketing (M.LM). Karenanya, begitu ditawarkan peluang bisnis ini, orang akan menjauh dan lari seribu langkah untuk tidak melihat peluang yang ditawarkan.

Padahal, kalau kita tahu tentang sistemnya, kita akan melihat bahwa tidak ada yang harus ditakutkan.
Multi-Level Marketing, atau yang sering disebut sebagai M.LM, merupakan salah satu cara pemasaran untuk menjual barang secara langsung (direct selling). Direct selling/penjualan langsung itu sendiri, pengertiannya adalah penjualan barang dan/atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka di luar lokasi eceran tetap oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh Mitra Usaha dan bekerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan dan iuran keanggotaan yang wajar (www.apli.or.id). Dalam menjalankan Direct Selling tersebut, biasanya sebuah perusahaan menggunakan 2 (dua) cara, yaitu:

1. Single Level Marketing (Pemasaran Satu Tingkat), yang maksudnya adalah :

Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari
sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk satu tingkat, dimana Mitra Usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri.

2.
Multi Level Marketing (Pemasaran Multi Tingkat), yang maksudnya adalah :

Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk lebih dari satu tingkat, dimana mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri dan anggota jaringan di dalam kelompoknya.

Dilihat dari pengertiannya, tidak ada yang harus ditakutkan dari sistem pemasaran Multi Level. Namun tetap saja kita harus berhati-hati dalam memilih perusahaan penjualan langsung. Beberapa hal di bawah ini harus diperhatikan saat kita memilih perusahaan penjualan langsung:
  1. Mitra usaha hanya boleh membeli keanggotaan dari perusahaan satu kali saja.
  2. Perusahaan tidak boleh memberikan keuntungan kepada Mitra Usaha hanya atas hasil rekrut anggota baru.
  3. Di perusahaan, harus ada barang atau jasa yang diperdagangkan dan dipergunakan oleh konsumen.
  4. Barang tidak dipergunakan sekedar sebagai kedok, yang akan terlihat bila barangnya dijual dengan harga yang tidak wajar.
  5. Keuntungan atau laba yang diperoleh anggota adalah terutama berdasarkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen, bukan dari rekruting anggota baru.
  6. Ada pelatihan tentang pengetahuan produk dan cara menjual kepada mitra usaha.
  7. Ada buy back guarantee (jaminan beli kembali setelah diperhitungkan semua biaya-biaya terkait) dari perusahaan atas produk atau inventory yang masih layak jual milik anggota bila anggota mengundurkan diri dari perusahaan.

Jadi, jangan takut jika Anda ditawarkan
bisnis direct selling. Dengan bisnis direct selling, modal yang dikeluarkan tidak akan sebesar memiliki toko sendiri, karena biasanya kita tidak akan diminta untuk menjadi tempat penimbunan barang, melainkan berjualan melaluikatalog, yang bisa kita bawa kemana saja.


Cara Mengetahui Peluang Bisnis Online Adalah Scam

Begitu Banyak Peluang Bisnis Online yang ditawarkan di internet merupakan scam. Scam berarti adalah penipu/ penipuan, pelakunya sering disebut dengan istilah Scammerssedangkan korbanya adalah Scammed, maka oleh sebab itu kita harus lebih berhati-hati dalam memilih dan jangan sampai mudah percaya dengan iming-iming yang menggiurkan dan akhirnya kita akan tertipu. Tapi menurut saya tidak hanya bisnis online saja yang beresiko merupakan scam bisnis ofline pun bisa demikian.

Banyak sekali kita mendengar laporan-laporan di internet mengenai seseorang korban Scammers, para scammers ini menargetkan orang2 yang rakus atau malas melakukan sesuatu dengan usaha bekerja keras dalam menghasilkan uang atau keuntungan, mereka memilih orang-orang yang ingin cepat kaya/ menghasilkan banyak uang/ profit dalam waktu sekejap tanpa adanya usaha kerja keras dan bahkan tidak sambil kerja pun bisa.(bagaimana mungkin..:)

Berikut ini sering kita dengar dan lihat rayuan maut dari para scammers dalam menjajakan bisnisnya :
  1. Mendapatkan uang sambil tidur. (mungkin dalam mimpi maksudnya.. hehe>>)
  2. Tidak perlu bekerja, biarkan uang anda yang berkerja buat anda. (salah satu Teknik marketing)
  3. Bila anda tidak puas dengan produk kami, kami akan mengembalikan 200% uang anda, :P
  4. Dan masih banyak lagi.. 
Contoh kedok jenis-jenis bisnis online secara umum yang sering kita jumpai dan harus diwaspadai :

1.High Yield Investment Program (HYIPs). Mereka meminta Anda untuk berinvestasi banyak uang, dengan janji keuntungan akan berlipat ganda dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini biasanya melibatkan kerja sama investasi dalam beberapa jenis “proyek jangka panjang”

2.Multi Level Marketing (MLM). Ups, jangan berburuk sangka dulu, karena tidak semua jenis bisnis ini adalah scam/ penipuan. Mereka merupakan perusahaan yang biasanya mengeluarkan produk-produk berkualitas dan bermanfaat dan anggota-anggota mereka mendapatkan bonus/ bayaran jika berhasil menjual produk/ jasa mereka. Catatan : Jika mereka tidak punya produk/ jasa, dan hanya mencari anggota untuk bergabung, ini kemungkinan besar adalah scam.

3.Lottery Scams (undian berhadiah), sering kita menemukan salah satu situs di menu Popup nya berisi “ selamat anda telah memenangkan undian dan berhasil mendapatkan ( PS3, iphone, laptop, dsb)” . Biasanya mereka meminta mengunjungi situsnya, menyuruh anda mengisi form atau nomor kartu credit beserta pin. Kalau anda melakukannya dipastikan identitas anda telah dicuri.

4.Phishing Scams. Pernah kah anda menerima Email yang seolah datang dari BANK ataurekening online lainnya? dan meminta anda login lalu meverifikasi account anda. Bila dilakukan, kemungkinan rincian login anda akan direkam dan dijual kepada orang lain.

5.Scam berkedok pelelangan. Mungkin kasus ini sering terjadi di situs-situs pelelangan seperti eBay.com, banyak dari buyer/ pembeli tsb diberitahukan bahwa telah memenangkan sebuah tawaran, dan barang yang telah dibayarkan tidak pernah kunjung datang. Oleh karena itu situs seperti Ebay.com sekarang telah memberikan peraturan sangat ketat guna untuk mengantisipasi kejahatan2 yang dibuat oleh para scammers.

Dari beberapa contoh diatas mudah-mudahan kita dapat mengantisipasi dan memilah-milahPeluang Bisnis Online dan meminimalisir kemungkinan menjadi korban scam berikutnya dari orang2 yang tidak bertanggung jawab.

Kamis, 25 November 2010

Franchising saat ini

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar bisnis ( softskill) yang
dibimbing oleh WURI P



















Di susun oleh :

NAMA : RIZA FAJAR ANGGRAENI
KELAS: 1EB12
NPM : 26210089





GUNADARMA PTA 2010/2011




























Daftar Isi


Daftar Isi

BAB I Pendahuluan

Latar Belakang

B. Tujuan

C. Rumusan masalah

BAB II PEMBAHASAN
  1. Aturan Dasar Yang Harus Diperhatikan Dalam Memulai Franchise Anda
  2. Perbedaan Franchise dan Business Opportunity
  3. Istilah Dalam Franchise
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

B. Saran

BAB IV PENUTUP









BAB I

Pendahuluan

a. Latar Belakang

Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola . Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer.
Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.


b. Tujuan
Apakah sebuah waralaba adalah baru ataupun lama, terkadang bukanlah menjadi patokan mengenai keberhasilan dan pertumbuhan, bisa saja waralaba yang baru didirikan menjadi sangat prospektif dan memberikan keuntungan, dan juga bisa berkembang sangat baik di masa depan, dan sebaliknya, bukan tidak mungkin waralaba yang telah lama berdiri ternyata memberikan hanya sedikit return. Namun demikian faktor resiko memang dapat dikatakan berhubungan dengan berapa lama sebuah franchise telah berdiri, untuk waralaba yang baru saja hadir, tentu faktor resiko menjadi relatif lebih tinggi daripada waralaba yang telah lama tersedia, namun dapat dilihat apakah waralaba yang baru tersebut adalah bagian dari sebuah group yang terdiri dari beberapa waralaba lain yang telah sukses.
Bila dikaitkan dengan individu yang akan menjalankan waralaba tersebut (franchisee), maka dapat dikelompokan menjadi type: risk taker, moderate, dan risk avoider. Bila seseorang adalah type pengambil resiko, maka ada kecenderungan ia dapat mengambil sebuah waralaba yang baru berdiri, dengan harapan menjadi pendahulu dari merk tersebut, dengan berbagai keuntungan dalam hal kemudahan proses, biaya setup yang lebih rendah, penguasaan pasar, dan lain sebagainya. Sebaliknya bagi penghindar resiko, maka cenderung untuk mengambil jenis franchise yang telah lebih lama established untuk meminimalkan resiko, dengan konsekuensi bahwa waralaba tersebut telah memiliki jauh lebih banyak unit/cabang, biaya setup yang lebih tinggi, dan menawarkan lebih sedikit kemudahan sehubungan lebih banyak peminatnya.
Terlepas dari baru atau lamanya sebuah waralaba, hal terpenting yang perlu diketahui adalah konsep bisnis dari sebuah waralaba, apakah cukup solid, memiliki target/potensial market yang baik, dan sesuai dengan minat calon terwaralaba? Untuk mengetahui hal ini perlu dilakukan riset, yang dapat dimulai dengan menghadiri expo franchise dan meminta business proposal kit dari pewaralaba. Di luar negeri kit sejenis ini telah menjadi standar, dimana pewaralaba telah menyiapkan berbagai media cetak dan video untuk memberikan penjelasan mengenai bidang usahanya agar pencari informasi bisa mendapatkan pemahaman yang baik mengenai usaha franchisor.


  1. Rumusan Masalah
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).


BAB II


Pembahasan
Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Pewaralaba menyediakan produk dan jasa yang siap untuk dipasarkan oleh terwaralaba, (telah teruji dan terbukti berhasil) termasuk diantaranya merk usaha, sistem pembukuan, sistem operasi, standar pelayanan, standar proses pembuatan produk, pelatihan, dan lain lain
Terwaralaba mendapatkan penghematan waktu dan usaha dalam rangka riset produk/tempat/kebutuhan karyawan, pembuatan merk dan sistem, jaringan pemasaran, dan lain-lainnya yang memungkinkan terwaralaba lebih cepat untuk menjalankan usahanya tanpa perlu memulai dari nol dan melakukan 'trial dan error'
Keuntungan dari sebuah sistem waralaba adalah relatif lebih amannya daripada memulai dari awal, lebih adanya struktur dalam usaha, dapat dikatakan sebagai sebuat usaha mandiri karena adanya juga batasan campur tangan dari pihal pewaralaba, merk yang relatif lebih mudah dikenal karena jumlah cabang yang dengan mudah bertambah, dengan kualitas produk yang sama dan telah dikenal oleh konsumen.


  1. Aturan Dasar Yang Harus Diperhatikan Dalam Memulai Franchise Anda

    Mulai waralaba bisa menjadi usaha benar-benar menguntungkan dan merupakan keputusan yang menyenangkan yang Anda telah buat. Namun, mulai waralaba bisa menjadi bencana juga jika anda tidak tahu persis apa yang akan Anda peroleh darinya terlebih dahulu. Jadi, jika Anda ingin memulai waralaba, lakukan penelitian untuk mengetahui semua plus dan minus dari waralaba tersebut serta hal-hal khusus yang membuat anda tertarik untuk itu. Hal itu merupakan waktu yang berharga dan ini adalah merupakan usaha untuk mengetahui semua informasi sebelum anda menginvestasikan rupiah atau dollar Anda. Namun demikian, beberapa hal yang akan ingin saya kemukakan. Banyak peluang waralaba yang berbeda saat ini tersedia, kejenuhan pasar, dan sejenisnya. Setelah ditentukan waralaba tertentu, atau beberapa, maka Anda akan perlu membandingkan informasi yang lebih spesifik.

    Pertama, lakukan penelitian untuk mengetahui perusahaan waralaba apa atau bergerak dibidang apa. Setelah Anda tahu semua pilihan franchise, Anda akan dapat memilih yang Anda sukai dan yang paling menarik. Setelah itu, Anda dapat mempersempit pilihan berdasarkan kemampuan 
    investasi Anda dan permintaan atas waralaba tertentu seperti apa yang Anda inginkan. Hal terbaik untuk dilakukan adalah menemukan pasar yang memiliki permintaan yang tinggi untuk waralaba tertentu dan kemudian membeli satu. Semua waralaba akan lebih sukses di pasar dengan permintaan yang tinggi untuk produk.

    Juga, ketika mempertimbangkan franchise anda perlu mempertimbangkan pasar secara signifikan. Apa waralaba saat ini ada, apa ada permintaan untuk waralaba yang Anda ajukan, apakah 
    ada rencana untuk waralaba serupa lainnya karya para pesaing, dan sejenisnya.

    Mengevaluasi pasar sebaik mungkin. Dengan melakukan hal ini anda mendidik diri sendiri di pasar yang artinya Anda akan dapat menciptakan franchise yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Yang benar-benar penting.

    Akhirnya, bila Anda telah mempersempit waralaba tersedia yang memenuhi tuntutan pasar tertentu, maka Anda dapat membandingkan statistik dari berbagai waralaba untuk menemukan satu yang terbaik yang sesuai dengan gaya manajemen Anda, kemampuan investasi, proyeksi laba rugi, periklanan, dan pasar. Anda juga akan perlu memastikan bahwa waralaba waralaba mendukung secara signifikan, terutama pada awalnya dalam rangka untuk memastikan sukses dan memulai bisnis lanjutan. Jika franchisor tidak tertarik untuk membantu dalam memulai waralaba, maka Anda mungkin tidak ingin mencarinya.

    Sekali Anda memutuskan pada waralaba tertentu, maka putuskan setelah melakukan penelitian yang cukup. Karena itu, Anda akan memilih franchise terbaik bagi Anda dan pasar, yang berarti Anda memiliki kesempatan yang lebih baik, menjadi sukses dan menikmati bisnis Anda.
    2. Perbedaan Franchise dan Business Opportunity
    Di era ini, banyak media yang dapat digunakan seseorang untuk memulai bisnis. Salah satu media yang dapat digunakan ialah sistem waralaba (franchise. Namun seiring berjalannya waktu, muncul sistem bisnis yang menyerupai sistem franchise ini. Salah satu sistem yang hampir sama dengan sistem franchise ialah Business Opportunity.Problemnya sekarang ialah bagaimana kita dapat membedakan sistem Franchise dengan sistem Business Opportunity. Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, sistem franchise datur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba. Pengertian waralaba / franchise terdapat di dalam Pasal 1 angka 1 PP ini. Menurut pasal tersebut, "waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisni dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba". Di PP ini, syarat suatu usaha dapat dikatakan Franchise / waralaba tercantum di Pasal 3. Syarat untuk dapat disebut waralaba antara lain :
    1. Memiliki ciri khas usaha 2. Terbukti sudah memberikan keuntungan 3. Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis 4. Mudah diajarkan dan diaplikasikan 5. Ada dukungan yang berkesinambungan 6. Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar.
    Enam syarat tersebut harus terpenuhi secara kumulatif agar dapat disebut usaha waralaba ( franchise. Sekarang kita sudah dapat mengetahui pengertian dari waralaba / franchise. Lalu bagaimana dengan business opportunity? Tidak ada pengertian secara pasti yang kita temukan berkaitan dengan Business opportunity. Namun kita dapat melihat seperti apa Business Opportunity apabila kita melihat persyaratan usaha waralab diatas. Di dalam syarat diatas, suatu usaha dapat disebut sebagai waralaba apabila memenuhi persyaratan waralaba sesuai yang tercantum diatas secara KUMULATIF. Nah Business Opportunity adalah suatu usaha yang mana memenuhi syarat tersebut namun tidak secara kumulatif tetapiALTERNATIF. Artinya suatu usaha dapat dikatakan Business Opportunity apabila memenuhi ketentuan pasal 3 PP No. 42 Tahun 2007 walaupun usaha tersebut hanya memenuhi minimal 2 syaratnya. Rata-rata bisnis Business Opportunity dijual putus oleh pemiliknya. Boleh dibilang Business Opportunity merupakan sebuah terobosan bisnis bagi pemula dengan resiko rendah/kecil tapi punya keuntungan yang lumayan. Ada beberapa cir-ciri yang dapat membedakan sistem Franchise dan Business Opportunity . Perbedaan tersebut antara lain : Franchise : - Modal relatif besar - Format usaha mutlak diikuti - Brand/nama sudah ada, harus diikuti. - Promosi mutlak ada - Tidak bisa mandiri, semua ditentukan oleh Franchisor - Tingkat keberhasilan lebih besar. - Pengembangan usaha ditetukan oleh Franchisor Business Opportunity : - Modal kecil, mulai dari 1,5 jt - Tinggal menjalankan dengan jual beli putus - Brand/nama sudah ada, Mitra bebas menggunakannya atau tidak - Promosi ada tapi tidak mutlak - Bisa jadi mandiri - Tingkat keberhasilan besar - Pengembangan lebih bebas


3. Istilah dalam franchise

  • Pewaralaba / Pemberi Waralaba / Franchisor
    adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki Pemberi Waralaba.
  • Terwaralaba / Penerima Waralaba / Franchisee
    adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki Pemberi Waralaba.
  • Penerima Waralaba Utama (Master Franchisee)
    adalah Penerima Waralaba yang melaksanakan hak membuat Perjanjian Waralaba Lanjutan yang diperoleh dari Pemberi Waralaba dan berbentuk Perusahaan Nasional.
  • Penerima Waralaba Lanjutanadalah badan usaha atau perorangan yang menerima hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba melalui Penerima Waralaba Utama.
  • Perjanjian Waralaba
    adalah perjanjian secara tertulis antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba Utama.
  • Perjanjian Waralaba Lanjutan
    adalah perjanjian secara tertulis antara Penerima Waralaba Utama dengan Penerima Waralaba Lanjutan.
  • Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW)adalah bukti pendaftaran yang diperoleh Penerima Waralaba setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan STPUW dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Peraturan ini.

BAB III


Kesimpulan
a. Kesimpulan
Menurut saya kebutuhan franchise saat ini benar – benar booming di dunia bisnis.dan banyak cara melakukan franchising di indonesia, seperti coca – cola dan lain – lain, terkadang bukanlah menjadi patokan mengenai keberhasilan dan pertumbuhan, bisa saja waralaba yang baru didirikan menjadi sangat prospektif dan memberikan keuntungan, dan juga bisa berkembang sangat baik di masa depan, dan sebaliknya, bukan tidak mungkin waralaba yang telah lama berdiri ternyata memberikan hanya sedikit return. Namun demikian faktor resiko memang dapat dikatakan berhubungan dengan berapa lama sebuah franchise telah berdiri, untuk waralaba yang baru saja hadir, tentu faktor resiko menjadi relatif lebih tinggi daripada waralaba yang telah lama tersedia, namun dapat dilihat apakah waralaba yang baru tersebut adalah bagian dari sebuah group yang terdiri dari beberapa waralaba lain yang telah sukses.


b. Saran
Waralaba di Indonesia memang merupakan bisnis yang terus naik daun, namun banyak juga yang melontarkan komentar yang bernada sumbang. Saya ingin menampilkan beberapa kasus yang datang kekantor konsultan franchise kami. Kasus-kasus ini cukup beragam, baik permasalahan dari franchisee maupun permasalahan dari franchisor. Mudah-mudahan tampilan ini dapat memberikan juga manfaat bagi pembaca yang mempunyai kasus serupa. Didalam kasus-kasus keberatan dari hubungan franchisee dan franchisor memang hal yang menjadi rujukan formal adalah Perjanjian Franchise yang telah disepakati bersama. Pada kasus seperti di atas, umumnya para franchisee tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa ada kemungkinan seperti ini. Sehingga pada saat disodorkan draf perjanjian franchise, mereka hanya berkonsentrasi pada pembahasan di pasal-pasal perjanjian yang disodorkan tersebut, tanpa menyadari beberapa kemungkinan yang mungkin timbul dan dapat merugikan mereka diluar konsep perjanjian yang disodorkan tersebut.Dalam hal mengelola kegiatan waralaba yang demikian, saya selalu memberikan himbauan kepada para franchisor untuk selalu memperhatikan kesuksesan para franchiseenya. Jika konsep franchisenya benar, semakin franchiseenya sukses maka franchisornya juga semakin sukses.   Jadi, tidak sebaliknya, franchisornya mau lebih sukses dari franchiseenya, sementara keuntungan franchiseenya di’takar’ pas-pasan saja..
Dalam menjalankan sistem usaha franchise, para franchisor sebaiknya mempunyai pemikiran dan rencana-rencana yang jauh kedepan. Sehingga mereka mengetahui langkah-langkah strategis yang akan mereka lakukan dalam 5 tahun kedepan.
Dalam satu kasus, seorang franchisee begitu marahnya! Sehingga dia menghasut beberapa franchisee yang lain untuk menuntut franchisor. Tetapi franchisornya telah begitu yakin akan niat baiknya untuk membantu franchisee sehingga dia menghadapi para franchiseenya dan memberikan ‘garansi’ untuk memberikan support yang lebih demi suksesnya usaha para franchisee.